Tuesday, August 14, 2007

Bayi 'Raksasa' lahir di Sleman

Ny Wahyu Dewi (36), warga Dusun Mudal, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Selasa (7/8) melahirkan bayi seberat 6,34 kilogram dan panjang 55 centimeter, secara caesar di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta. Kini, bayi itu sudah berada di rumah, dan dalam kondisi sehat.

Peristiwa kelahiran bayi “raksasa” ini tak urung mengagetkan pihak rumah sakit dan keluarga. Sudihartono (37), ayah bayi laki-laki bernama Refandika Denanda Maheswara itu, menyatakan tidak menyangka kalau anaknya akan lahir dalam ukuran di atas rata-rata bayi normal.

“Kami justru baru tahu kalau ukuran tubuh bayi cukup besar setelah operasi caesar selesai dilakukan. Sebelumnya, hasil pemeriksaan USG selalu menyatakan bayi kami berada dalam kondisi normal,” kata pria yang bekerja sebagai pedagang di Pasar Butuh, Cangkringan, ini, Senin.

Operasi caesar sendiri ditempuh bukan karena besarnya ukuran bayi, namun lebih disebabkan posisi bayi yang miring dalam kandungan. Ny Wahyu justru bersyukur tidak melahirkan secara normal, karena tentunya akan sangat beresiko.

Sementara itu, pihak RS Panti Rapih yang diwakili Kepala Bagian Keperawatan Sujarwa menambahkan, operasi caesar juga ditempuh karena tekanan dara Ny Wahyu sempat naik sebelum proses persalinan. Dikhawatirkan, hipertensi ini akan memicu keracunan kehamilan, atau pre-eklamsia, yang amat berbahaya bagi kelangsungan hidup bayi dan ibunya.

Mengenai besarnya ukuran bayi, pihak rumah sakit sempat menduga adanya faktor tingginya kadar gula darah sebagai pemicu, namun setelah diperiksa, kadar gula darah bayi normal.

Pihak keluarga menduga bahwa besarnya ukuran Refandika lebih dikarenakan faktor keturunan. Ny Wahyu memang memiliki berat tubuh lebih dari 100 kilogram, dan beberapa anggota keluarganya juga berpostur tubuh besar.

Menurut Ny Wahyu, ia tidak mengalami keanehan selama menjalani proses kehamilan. Memang, ia selalu meminum vitamin, susu, dan mencukupi kebutuhan gizi tubuh dengan mengonsumsi kacang hijau, namun tidak secara berlebihan.

Lebih lanjut, pasangan orangtua ini menyatakan tidak terlalu mengkhawatirkan ukuran tubuh Refandika. Mereka hanya bersyukur bahwa anak kedua mereka ini bisa terlahir selamat dan sehat. Hingga saat ini, Refandika masih mengonsumsi air susu ibu dalam porsi yang normal. (YOP)

Warga Sleman Lahirkan Bayi “Raksasa”


SLEMAN, KOMPAS –

1 comment:

bahtiar said...

Nama saya randy,.saya salah satu mahasiswa S2 di jakarta.”awalnya saya bersinggungan dengan Negara Islam Indonesia (NII) secara tidak sengaja diajak teman sewaktu masih sma dulu,teman saya ingin mengajak bertemu untuk minta di temani dalam berbelanja,ketika itu saya menyanggupi ajakan teman saya itu sebut saja namanya sari, kemudian setelah bertemu kita saling ...